Sunday, 27 May 2012

Perhitungan Daya Trafo dan Amplifier

Bagaimana cara menghitung daya yang di hasilkan sebuah tranformer (dengan catatn trafo yang dihitung trafo murni /kw1), berikut sekilas perhituganya dengan menggunakan rumus :

P =  V . I
dimana,
P = daya (VA/Watt)
V = Voltase / Tegangan (Volt)
I = Arus (Ampere)

sebagai contoh berapakah daya yang dihasilkan dari sebuah trafo 10A X 32V ?
sebelum dimasukan dalam rumus tegangan 32V pada trafo merupakan VAC (tegangan Ac) maka harus dirubah dulu dalam DC. kenapa harus dirubah ? karena pada umumnya perangkat elektronika menggunakan tegangan DC.  dengan perhitungan 
Vdc = Vac x 1.414 (1.414 merupakan satuan standar) 
Vdc = 32Vac X 1.414 
Vdc = 45,245
maka

P =  V . I
P = 45,245V X 10A
P = 452,45 VA/WattTrafo 10A x 32Vac (45,3Vdc) mampu menghasilkan daya sekitar 453,45 VA/Watt

Daya Power Amplifier bisa dihitung dari Transistor final, misal sebuah amplifier mono menggunakan 2 pasang Transistor sanken maka daya yang dihasilkan  400Watt dimana tiap pasang Transistor Sanken mampu menghasilkan daya sekitar 200Watt dan Transistor Jengkol Malaysia 100Watt.
power amplifier bisa benar-benar menghasilkan daya 400Watt jika daya power supply tercukupi paling tidak daya sama atau lebih. dan dalam pembuatan power amplifier yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah mengetahui daya beban yang akan disupply dalam hal ini adalah daya speaker, setelah diketahui maka akan mudah dalam menentukan daya power amplifier, sama halnya dengan power supply daya power ampplifier harus mencukupi peling tidak sama atau lebih dengan daya speaker.

Kesimpulan :
Daya Power supply harus mampu menghandle daya amplifier dan daya Amplifier harus mampu menghandle Daya Speaker.


 Semoga bermanfaat.
RANGKAIAN POWER SOUND SYSTEM 2000 WATT

Sirkuit penguat daya ini menyediakan hingga 2000Watt, itu harus dikatakan bahwa penguat ini akan meledakkan setiap pembicara yang terhubung. Saya merekomendasikan hal ini sebagai 'pikiran percobaan', bukan benar-benar melakukannya!. 110V RMS ke 8 Ohm adalah 1500 W. Berapa lama Anda harapkan pembicara untuk terakhir? Sebagian besar akan roti panggang dalam mungkin 30 detik atau kurang!


Rangkian Power Amplifier 2000 Watt                                  Skema rangkaian power amplifier sound system 2000 watt

Transistor Q5 (transistor bias servo) dipasang pada benaman, kontak termal yang sangat baik. Hal ini karena, tidak seperti kebanyakan dari desain lainnya, amp ini menggunakan konvensional Darlington output konfigurasi. Hal ini diperlukan untuk menggunakan susunan Darlington (atau transistor Darlington daya rendah seperti ditunjukkan) untuk Q5 untuk memastikan bahwa bias tetap pada nilai yang aman dengan suhu. Ada penyebab yang mungkin baik untuk model dan menguji aspek desain ini sangat hati-hati, karena hal ini sangat penting. Susunan seperti yang ditunjukkan akan mengurangi arus diam. pada suhu tinggi. Sebagai contoh, jika total Iq pada 24 ° C 165mA, ini akan jatuh ke ~ 40mA pada 70 ° C. Hal ini mungkin baik-baik saja, karena ada beberapa penundaan antara kekuatan 'gelombang' dan transistor output yang mentransfer panas mereka ke bias servo melalui heatsink.

Catu daya yang diperlukan untuk amp ukuran ini besar. Mesin Las dewasa akan melihatnya dan menangis. Untuk operasi berselang, Anda perlu minimum transformator 1000VA (atau 1500VA untuk versi 2000W), dan itu akan harus kustom dibuat karena dari tegangan yang digunakan. Jika Anda berharap untuk menjalankan amp pada keluaran daya tinggi, maka transformers harus 2kVA dan 3000VA masing-masing. Penyaring kapasitor akan menimbulkan masalah - karena Anda perlu topi untuk 150V, ini akan sulit untuk menemukan. Karena tegangan tinggi nilai tinggi topi dapat sulit untuk menemukan, mungkin perlu untuk menggunakan dua electros dalam seri untuk setiap lokasi kapasitor. Ini adalah pengaturan yang ditampilkan. Anda harus menyertakan resistor secara paralel - ini menyamakan tegangan di setiap kapasitor sehingga mereka memiliki tegangan yang sama. Ingat untuk memverifikasi nilai sekarang riak! Hal ini dapat diharapkan untuk menjadi atas l-10A, dan di bawah-rated kapasitor akan meledakkan.


                                            Skema Rangkaian Power Supplay 2000 VA

PERINGATAN
 
proyek ini menjelaskan penguat, power supply dan tes prosedur yang semua inheren berbahaya. Bahkan apa-apa yang dijelaskan dalam artikel ini harus dianggap kecuali Anda sepenuhnya berpengalaman, tahu persis apa yang Anda lakukan, dan bersedia untuk mengambil tanggung jawab penuh 100% untuk apa yang Anda lakukan. Ada aspek desain yang mengharuskan analisis, menemukan kesalahan dan/atau modifikasi



Membuat Antena Portable USB Modem Smartfren

Berikut ini saya share cara membuat antena portable usb modem gsm/cdma untuk frekuensi kerja 800 MHz. Hal ini berawal dari sinyal yang hilang-timbul di dalam rumah. Saat ini saya pakai menggunakan modem smartfren CE682 CDMA 2000 x 1/EV-DO Rev-A. Karena kartu yang saya gunakan smartfren, maka antena portable modem saya desain bekerja pada frekuensi 800 MHz.
Sebelumnya mungkin Anda pernah melihat antena yang seperti ini :
Antena seperti di atas harganya bisa ratusan ribu rupiah, namun dengan sedikit trik kita dapat membuat antena dengan kemampuan kerja tidak kalah seperti di atas dengan biaya yang sangat murah bahkan dapat dibilang gratis. Berikut saya share rancangan pembuatan antena modem portable sederhana namun hasilnya luar biasa.
Sebenarnya ada banyak sekali sistem antena omnidirectional yang dapat kita buat. Kali ini saya merancang antena 2 x 5/8 lamda dengan sistem base-loading dan pembalik-fasa. Karena modem yang saya gunakan tidak tersedia konektor antena eksternal, maka pada desain kali ini saya menggunakan sistem induksi. Berikut skema antena portable modem smartfren yang saya buat :
Alat dan Bahan :
  1. Kawat email diameter 2 mm dengan panjang total  sekitar 120 cm
  2. Pipa PVC untuk instalasi listrik
  3. Tang potong, dsb
Cara Pembuatan :
Cara pembuatan antena portable modem gsm/cdma 800 MHz sistem induksi sangatlah mudah karena kita tidak membutuhkan solder menyolder melainkan hanya perlu melakukan pembentukan kawat email sesuai skema gambar di atas. Kita hanya memerlukan 2 buah potongan pipa instalasi listrik pvc sepanjang 5 cm dan 20 cm masing-masing untuk pembalik fase dan untuk penyangga. Penguat sinyal wifi modem.  Untuk lebih jelasnya seperti ini penampakannya :
    
Gambar dari kiri : Base-Loading dan Kumparan Induksi, Tahap Pembalik Fasa, Penampakan Keseluruhan
Memang kelihatan sangat sederhana dan amburadul. Memang saat membuatnya hanya berdasarkan bahan yang ada yang saya ambil dari junk box sehingga praktis tanpa keluar biaya sama sekali. Dari hasil uji coba ternyata sangat memuaskan. Biasanya kondisi sinyal hilang timbul pada level 1 s/d 3 bar, setelah menggunakan antena portable modem tersebut sinyal smartfren dapat mencapai 4 bar stabil gak pernah turun pada jaringan CDMA 1x dan EVDO.
Konstruksi antena portable modem di atas memang masih jauh dari kata layak jual, karena memang asal bikin yang penting dapat berfungsi berdasar teori pembuatan antena. Mungkin para pembaca yang ingin membuat sesuai skema di atas dapat membuat dengan konstruksi yang lebih bagus lagi.

Cara Membuat PLL Pemancar FM Stereo dan Boster FM 25 Watt

Cara Membuat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt. Sebenarnya ini kegiatan lama yang berlangsung kira-kira 9  tahun yang lalu sekitar tahun 1999/2000, namun tidak ada salahnya kalau hal itu saya posting sekedar untuk berbagi/sharing sesama Hobies Elektronika Frekuensi tinggi. Siapa tahu bisa dijadikan referensi dan bermanfaat juga bagi yang lain…  Saat itu memang lagi Ngetrend Broadcasting FM Eksperimenter. Saat-saat dimana mulai akan bermunculan Stasiun-stasiun Pemancar FM Stereo Broadcast tanpa Ijin (kalaupun ijin paling-paling cuma ijin Lokal).
Para Hobies Elektronika Radio Frekuensi khususnya VHF saat itu berusaha bagaimana cara membuat Pemancar FM baik Mono maupun Stereo dengan segala keterbatasan komponen yang ada saat itu. Memang saat itu untuk mendapatkan komponen2 tertentu sangatlah sulit dan kalaupun ada harus dibayar dengan biaya cukup mahal baik dari harga komponen maupun cara mendapatkannya. Waktu itu di tempat saya untuk mendapatkan komponen tertentu harus rela ke pasar Genteng Baru Surabaya yang berjarak sekitar 200 km dengan waktu tempuh sekitar 10  jam p-p :)
Akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, saya mulailah cara Pembuatan PLL Pemancar FM Stereo + Boster 25 Watt tersebut dengan merancang Skema MPX, Osilator, PLL, Booster dan sebagainya. Berikut Spesifikasi Pemancar FM Stereo  + Boster 25 Watt yang saya buat saat itu :
1. MPX Stereo :
  • Menggunakan Sistem Sampling untuk membangkitkan 38 kHz – DSBSC
  • Digital MOSFET Osilator dengan kristal 456 kHz sebagai resonatornya dan beberapa pembagi MOSFET
  • Low Noise op-amp menggunakan 4 buah op-amp yang dibangun menggunakan 2 buah IC MC1458
  • 3 tingkat 15 kHz pasif Low Pass Filter fixed 12 kHz frekuensi lancung
  • Vcc +12 Volt DC
  • - 26 dB L – R  Separation
2. Osilator + PLL + Buffer :
  • 87,5 MHz – 108,5 MHz Frekuensi Range
  • Osilator Pemancar FM menggunakan FET dengan 2 buah Varaktor MV2105
  • FET Buffer 1 nd Osilator
  • PLL dengan TC9122P (Saat itu IC PLL yang ada memang baru IC tersebut yang bisa saya dapatkan)
  • Display Frekuensi kerja PLL menggunakan IC TTL dan 4 Seven Segmen
  • Very Fast Lock PLL. Hanya perlu waktu kurang dari 0,25 detik PLL untuk Lock
  • Dilengkapi PLL Lock  Circuit Sensor. Rangkaian ini berfungsi untuk mendeteksi Lock PLL sehingga Buffer 1 Watt pada PLL akan ON saat PLL Lock. Sehingga Boster 25 Watt Pemancar juga baru ON (mendapat sinyal input) setelah PLL Lock. Jadi selama PLL belum Lock maka Boster Pemancar FM Stereo 25 Watt tetap OFF
  • LED Lock Indikator
  • 4 buah DIP Switch untuk Setting Frekuensi Kerja PLL
  • Vcc +12 Volt DC
  • 12 MHz Swing Setting Osilator. Hanya perlu 2 kali Adjustment koker untuk bergeser dari frekuensi 88 MHz – 108 MHz
  • 1 Watt Power Output menggunakan C2538 dengan Low Pass Filter
3. Boster Pemancar FM 25 Watt :
  • 50 Ohm Output Impedance
  • Driver dengan C1971 dan Final dengan C1946A
  • 87,5 MHz – 108,5 MHz Frekuensi Range
  • 25 Watt Power Output Flat. Daya Output rata 25 Watt mulai 87,5 – 108,5 MHz
  • Vcc +13,8 Volt DC
  • Potensio Adjustment Power (daya output pemancar FM dapat diatur 0 Watt – 25 Watt dengan memutar power potensio di panel depan)
  • Type Phi – Output Low Pass Filter dengan redaman harmonisa  yang sangat bagus (menurut pendapat saya) :d
  • One Tune Trimer Capasitor 5 – 100 pF
4. Power Suply, Ada 2 Power Suply :
  • Switching Power Suply Komputer Type Lama (Built-Up). Diambil +12 Volt untuk mensuplay PLL, MPX Stereo, Level Indikator dan Kipas Pendingin. Sementara +5 Volt untuk Rangkaian Digital Dispaly Frekuensi pada Seven Segmen
  • +13,8 VDC – 10 Ampere Switching Regulator untuk mensuplay Boster 25 Watt
5. Soft-Start Circuit :
  • Menggunakan Aktif  Soft-Start Circuit dengan Full-Contact Time Delay  1 detik. Rangkaian ini untuk mengantisipasi Arus Sentak yang cukup besar saat pertama Pesawat dihidupkan
Berikut Dokumentasi dari Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Boster FM 25 Watt yang saya buat saat itu :
Rangkaian MPX Stereo + Audio LPF :
Rangkaian FET Osilator + PLL :

PLL Lock Internal LED Indikator :
MPX Stereo + PLL Osilator + Booster 25 Watt :
Switching Regulator + Soft Start Circuit :

102,3 MHz  PLL Test Display + LED  Lock Indikator :

Seluruh PCB untuk rangkaian di atas saya buat menggunakan bantuan Software Designer PCB v1.54 melalui Teknik Gambar menggunakan Komputer. Pembuatan PLL Pemancar FM Stereo + Boster FM 25 Watt tersebut di atas memang masih perlu pengembangan diantaranya adalah penambahan SWR Protektor pada bagian akhir setelah RF Power Amplifier c1946A dan Low Pass Filter.
Dari hasil uji ketahanan, Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster  FM 25 Watt tersebut sudah saya uji ON-Air selama lebih dari 10 x 24 jam Non-Stop dengan Power Maksimal pada 25 Watt beban Antena dengan SWR 1 : 1,05 dengan hasil cukup memuaskan sebagai berikut :
  • Suhu Pendingin Boster Stabil
  • Suhu Switching Regulator Stabil
  • Kualitas Audio Stabil
  • Daya Output Stabil pada 25 Watt
  • MPX L – R Separation stabil
  • Osilator + PLL Stabil tanpa Adjustment ulang Koker
  • Frekuensi Stabil
  • RF Output Low Pass Filter Filter Stabil
  • SWR Stabil pada 1 : 1,05
Selain itu penambahan Daya Output perlu dilakukan mengingat 25 Watt belumlah cukup. Saat  itu (tahun 2000) memang sudah memenuhi syarat untuk Broadcasting, namun untuk saat ini paling tidak harus minimal 200 Watt (2 x SC2694). Sampai saat ini, meskipun sudah 9 tahunan dan sudah tidak ON-AIR lagi, Pesawat PLL Pemancar FM Stereo + Booster FM 25 Watt tersebut masih Oke dan masih dapat dioperasikan. Untuk Teknik Pembuatan PCB Secara Praktis silahkan baca Cara Praktis Pembuatan PCB.

Cara Membuat PCB

Beberapa waktu yang lalu ada seorang rekan yang menanyakan tentang bagaimana cara membuat PCB secara mudah dan praktis. Pertanyaan tersebut mungkin berawal saat  rekan tersebut melihat PCB ukuran sekitar 15-cm x 22-cm untuk 80/40-m SSB Transceiver, suatu rangkaian yang cukup kompleks yang saya buat saat itu.
Dari pertanyaan tersebut sehingga saya tulislah artikel ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat juga bagi yang lain khususnya pengunjung blog ini. Menurut sepengetahuan saya ada beberapa cara membuat PCB mudah dan praktis yaitu :
  1. Teknik Fotoresist, pada proses ini dibutuhkan beberapa alat dan bahan  yaitu : Lampu UV, Larutan Positif-20 dan larutan NaOH
  2. Teknik Sablon, pada proses ini dibutuhkan bahan-bahan yang sama seperti pada teknik sablon biasa seperti kasa-screen, tiner sablon, cat dan lain-lain. Tekniknyapun hampir sama dengan sablon biasa
  3. Cetak Langsung ke PCB, pada proses ini digunakan teknik khusus untuk menyalin layout ke PCB yaitu digunakan mesin printer khusus yang telah dimodifikasi
  4. Teknik Transfer Paper, teknik ini merupakan cara Membuat PCB yang menurut saya paling murah dan mudah
Dari ke-empat cara membuat PCB tersebut kita bisa memilih sesuai kebutuhan, mana yang lebih mudah, praktis dan ekonomis. Menurut saya pribadi, untuk membuat PCB yang sama dalam jumlah banyak lebih menguntungkan kalau digunakan Teknik Sablon karena murah dan cepat. Sedangkan untuk membuat PCB dalam jumlah sedikit saya cenderung menggunakan Teknik Transfer Paper seperti yang biasa saya terapkan.
Namun mungkin ada perbedaan secara mendasar yang saya gunakan dalam Teknik tersebut. Dalam teknik tersebut biasanya digunakan kertas khusus untuk menyalin gambar layout ke PCB, tetapi di sini cara saya membuat PCB menggunakan kertas HVS biasa yang digunakan untuk Photo-Copy. Berikut caranya :
  • Siapkan gambar jalur PCB yang Anda rencanakan. Utk membuatnya bisa gunakan Software PCB Designer 1.54.
  • Cetak layout PCB pada kertas Foto dengan printer tinta biasa supaya fill dari jalur lebih padat
  • Foto-Copy hasil cetakan tadi pada kertas HVS 70-gram. Usahakan hasil Foto-Copy bagus (tintanya padat). Ditempat saya yang seperti itu per-lembarnya Rp.125,- dengan mesin Xerox
  • Siapkan PCB polos, bersihkan lapisan tembaga dengan Tiner A sambil digosok-gosok dengan Busa Karpet yang biasa digunakan buat cuci piring dan keringkan
  • Siapkan seterika listrik, atur pada suhu sedang
  • Cara selanjutnya untuk membuat PCB, tempelkan gambar jalur hasil Foto-Copy pada PCB dengan posisi gambar menempel pada lapisan tembaga
  • Lakukan proses seterika dengan merata sambil menekan, lakukan sekitar 10 menit
  • Caranya kemudian diamkan PCB sampai dingin dan rendam dalam air kira-kira 30 menit. Proses ini paling lama dalam membuat PCB karena kita harus memastikan bahwa kertas benar-benar hancur/lunak dan mudah dikupas
  • Kupas kertas dengan hati-hati dan keringkan PCB
  • PCB siap dilarutkan
Hasil Foto Copy :

Setelah diseterika, direndam dan dikupas (siap dilarutkan) :
Setelah Pelarutan :

Cara di atas menurut saya merupakan yang mudah dan praktis dalam membuat PCB. Setelah dilarutkan dengan FeCL3 segera bersihkan lapisan tinta dengan Tiner A dan cuci dengan air serta gosok dengan sabun. Selanjutnya oleskan larutan pelindung Arpus. Cara pembuatannya, ambil 1 sendok makan Serbuk Arpus (Gondorukem) kemudian larutkan dengan 150-ml Tiner A.
Aduk hingga Arpus benar-benar larut kemudian oleskan tipis larutan tersebut pada lapisan tembaga PCB dan biarkan hingga betul-betul kering. Cara tersebut akan membuat PCB awet dan terlindung dari korosi. Begitulah cara membuat PCB yang sering saya terapkan untuk berbagai jenis rangkaian elektronik baik itu analog maupun digital mulai frekuensi rendah sampai frekuensi tinggi  HF/VHF.

Saturday, 26 May 2012

Servis Rangkaian Lampu Hemat Energi (Lampu jari)

Barang-barang bekas yang tidak dipakai umunya langsung dibuang, padahal barang bekas tersebut masih bisa service alias direpair. Salah satu barang tersebut adalah lampu hemat energi/lampu jari, namun belum banyak orang yang tahu dan mampu memenfaatkan lampu hemet energi yang sudah tidak bias menyala lagi.

Cara kerja lampu hemat energi yaitu arus listrik AC dari PLN di ubah menjadi arus dc oleh dioda bridge selanjutnya difilter oleh kondensator elektrolit. Tegangan tersebut kemudian diolah secara elektronik oleh rangkaian inverter DC to AC kemudian arus AC tersebut akan menyulut tabung Flourescent. 



Cara Servis lampu hemat energi (Lampu jari):


Pertama-tama kita siapkan alat berupa solder,atraktor,tenol,multi tester,obeng kecil. Setelah alat-alat lengkap maka kita mulai membuka tutup dari rangkaian lampu dengan cara mencongkel dengan obeng kecil. Setelah tutup tersebut terbuka maka kita dapat melihat rangkaian elektronika/ballast elektronik.Kemudian pisahkan rangkaian tersebut dengan lampu tabung tersebut dengan cara melepas 4 kawat sambungan pada rangkaian. Untuk mengetes filament tersebut kita gunakan multi tester pada posisi 10X. Apabila jarum bergerak saat pengukuran masing-masing filament maka dapat kita simpulkan bahwa lampu tabung masih layak digunakan. Karena lampu tabung masih baik maka kemungkinan besar kerusakan terjadi pada rangkaian ballast elektronik. Apabila filament lampu tabung yang putus maka kemungkinan rangkaian ballast elektronik masih baik. Kerusakan pada lampu biasanya ada 2 kemungkinan yaitu Rangkaian ballat rusak atau lampu tabung yang putus, maka dapat kita akali dengan cara kanibal. Cara kanibal dapat kita gunakan apabila kita mempunyai 2 lampu yang rusak dan kerusakannya berbeda cotohnya kita mempunyai sebuah lampu yang rusak ballast elektronik dan lampu yang lain rusak pada lampu tabungnya. Kita dapat memanfaatkan ballast elektronik yang masih bagus dan kita pasang pada tabung lampu yang masih bagus.

Pada komponen ballast elektronik yang sering rusak adalah transistor. Karena hampir semua jenis ballast elektronika yang ada hamper sama, maka bisa kita gunakan system kanibal pada ballast elektronik yang lain. Dengan system kanibal kita dapat menghemat biaya. Biasanya transistor yang digunakan yaitu seri 13001 untuk daya <8 watt, seri 13002 untuk daya 8 watt sampai 18 watt, seri 13003 untuk daya diatas 18 watt.

Tanda kerusakan tabung lampu :
  • Pada salah satu atau kedua ujung filament berwarna hitam,hal ini dikarenakan panas yang berlebih pada filament yang diakibatkan tegangan lebih ataupun usia pakai. Untuk lebih baiknya kita gunakan multitester untuk mengecek filament.
  • Tabung lampu retak,kemungkinan dikarenakan jatuh ,terbentur,atau karena panas yang berlebih pada tabung lampu.
Tanda kerusakan pada ballast elektronik :
  • Sekring putus, biasanya putus dapat kita tes menggunakan multi tester pada skala 1X, apabila jarum bergerak maka sekring baik.
  • Dioda short, hal ini jarang terjadi untuk mengetesnya kita menggunakan multi tester pada posisi 10X, apabila jarum tidak bergerak maka dioda putus. Bila pengetesan posisi dioda dibolak-balik dan jarum bergerak maka dioda short.
  • Capasitor, kerusakan pada umumnya capasitor terlihat menggembung. Cara pengetesan menggunakan multi tester posisi 10X apabila jarum bergerak kemudian kembali ke-posisi nol berarti capasitor baik. Apabila jarum bergerak dan tidak kembali maka capasitor korslet.
  • Resitor, kerusakan biasanya ditandai dengan terlihat terbakarnya resistor. Cara pengetesan dengan multi tester, bila jarum bergerak menunjukkan nilai yang sama dengan nilai resistor maka resistor baik,apabila jarum tidak bergerak maka resistor putus.
  • transistor, biasanya transistor pecah, untuk mengetesnya menggunakan multi tester posisi 10X. Transistor baik jika jarum bergerak apabila basis pada kabel merah dan colektor atau emitor pada kabel hitam dan jarum tidak bergerak pada saat dites menggunakan multi tester antara colektor dan emitor.
Contoh gambar ballast lampu Jari
Contoh Skema rangkaian lampu jari

Cara Menghitung Nilai Resistor Pada LED

LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam  hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari  anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V –  3,5 V tergantung karakter warna yang dihasilkan. Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka led akan terbakar. Untuk menjaga agar LED tidak terbakar perlu kita gunakan resistor sebagai penghambat arus.
Tegangan kerja / jatuh  pada sebuah LED menurut warna yang dihasilkan adalah sbb :
  • Infra merah : 1,6 V
  • Merah : 1,8 V – 2,1 V
  • Oranye : 2,2 V
  • Kuning : 2,4 V
  • Hijau : 2,6 V
  • Biru : 3,0 V – 3,5 V
  • Putih : 3,0 – 3,6 V
  • Ultraviolet : 3,5 V
Mengacu data di atas maka Apabila kita ingin mencari nilai resistor pada LED dapat anda gunakan rumus berikut
R =(Vs-Vd) / I
dimana:
R = Resistor
I  = Arus LED
Vs = Tegangan sumber( bisa battery 12V, atau sumber tegangan lainnya).
Vd = Tegangan kerja LED


 Contoh :
Misal kita mempunyai sebuah LED warna merah (tegangan kerja 1,8 Volt) yang akan dinyalakan menggunakan  sumber tegangan 12Volt maka kita harus mencari nilai resistor yang akan dihubungkan secara seri dengan LED.

Sebelumnya kita mengetahui bahwa arus maksimal yang diperbolehkan adalah 20mA Jadi dari contoh ini dapat diketahui bahwa tegangan yang digunakan  (Vs) : 12V, tegangan kerja LED : 1,8V, dan Arus LED : 20mA = 0,02Ampere.  maka R = (12-1,8) / 0,02 = 510 ohm

dengan cara yang sama  jika LED yang di gunakan warna biru maka:
R LED Biru = (12V – 3V) / 0.02 A = 450 ohm


Menghitung resistor secara seri :

jika LED di pasang seri maka tegangan kerja LED adalah penjumlahan dari keseluruhan LED yang di seri  tersebut, dalam contoh berukut di perlihatka 3 buah LED warna kuning yang di pasang seri, jika tegangan sumber masih sama 12V maka maka:

R = (12V – (2,4V+2,4V+2,4V)) / 0.02 A
R = (12V – 9.6 V) / 0.02 A = 120 ohm

smps gacun on board

بسم الله الرحمن الرحيم anda ingin merangkai smps gacun yang double FET?kali ini saya ingin berbagi skema & layout smps gacun yg r...